Pengukuhan Dasiat Kec. Bendosari

Pengukuhan Dasiat Bendosari oleh Camat Kec. Bendosari di hadiri Muspika dan Lurah se kec. Bendosari

Peran Dasiat Bendosari Dalam Lomba Sekolah Sehat

Dasiat Bendosari ikut berperan serta dalam pembukaan sekolah sehat dengan menampilkan Senam CTPS yang di perankan oleh dokter kecil UPTD SDN Mulur 03

Semangat Sumpah Pemud Semangat Wujudkan masyarakat Sehat

Dasiat Kecmatan Bendosari bekerja sama dengan KT. Gentan mengadakan kegiatan Gerak jalan, bekam,donor darah, senam aerobik dan cek kesehatan gratis di Kelurahan Gentan

Penyuluhan dan Aksi CTPS di SDN Sugihan 03

Dasiat Kec. Bendosari melaksanakan penyuluhan dan aksi CTPS

Gerak Jalan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kegiatan Gerak Jalan sehat dan Pemeriksaan kesehatan gratis di kelurahan Mojorejo

Jumat, 28 Februari 2020

Dasiat Bendosari Sobo Sekolah TK IT Sabilillah Jombor



Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari bersama Puskemas Bendosari melakukan penjaringan di TK Islam Terpadu Sabilillah Jombor. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jum'at tanggal 28 Februari 2020 diikuti 123 anak didik. Kegiatan penjaringan merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Puskesmas Bendosari bersama Dasiat Bendosari.



Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan anak didik tahun ajaran baru di setiap sekolah wilayah Kecamatan Bendosari, baik dari TK, Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas/ Sederajat. Kegiatan penjaringan meliputi pemeriksaan kesehatan mata ,pemeriksaan gigi, kesehatan rambut, pemeriksaan telinga, pemeriksaan mulut dan tenggorokan. Dalam kegiatan ini tidak hanya melaksanakan penjaringan akan tetapi juga penyuluhan dari Dokter muda Universitas Muhammadiyah Surakarta Retno Wulandari, S.Ked. tentang cuci tangan pakai sabun.



Tujuan Penyuluhan ini untuk menjaga kesehatan anak didik agar tidak mudah terserang penyakit. Sehingga anak didik dapat berkonsentrasi dalam mengikuti mata pelajaran. Kegiatan penjaringan dan penyuluhan tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kerja sama dengan baik antara Kepala Sekolah, Bapak Ibu Guru TK Islam Terpadu Sabilillah Jombor dengan Puskesmas Bendosari dan Dasiat Bendosari.


AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT

Jumat, 21 Februari 2020

Pengukuhan Posyandu Remaja dan Dasiat Desa Sugihan Kec. Bendosari


Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari bersama Puskesmas Bendosari melaksanakan sosialisasi dan pembentukan Posyandu Remaja serta pemgukuhan Dasiat Desa Sugihan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sugihan Bp. Sukardi, karangtaruna Bina Manunggal Dk. Siring dan perwakilan remaja Desa Sugihan. 


Kegiatan ini di laksanakan pada hari jumat, 21 februari 2020 pukul 19.30 wib bertempatan di rumah Bp. Sukardi selaku Kepala Desa Sugihan. 

Pada rangkaian kegiatan ini diisi materi tentang pembentukan Posyandu Remaja. Acara tersebut di pandu oleh salah satu anggota dari Dasiat Bendosari.


Dalam pengisian materi tersebut dijelaskan bagaimana membentuk sebuah posyandu remaja beserta manfaat dan tujuannya. Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. Kegiatan Posyandu remaja merupakan salah satu kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (remaja) kegiatan dilakukan untuk memantau kesehatan remaja dengan melibatkan remaja itu sendiri. Tak hanya itu, posyandu remaja juga merupakan tempat untuk pemberian informasi kesehatan maupun informasi penting lainnya kepada remaja secara rutin setiap bulannya.


Posyandu Remaja ini dijalankan oleh kader remaja di daerah masing-masing. Jumlah kader disetiap posyandu minimal 7 orang dengan rincian. 1 orang di meja 1, 2 orang dimeja 2, 2 orang dimeja 3 dan 2 orang dimeja 4. Akan tetapi jumlah kader ini sangat fleksibel tergantung dengan kebutuhan masing-masing posyandu. Selain itu kegiatan Posyandu Remaja juga didampingi oleh petugas kesehatan seperti petugas KRR atau Petugas kesehatan desa, seperti bidan desa.


Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Posyandu remaja adalah :
1. Melibatkan remaja dalam upaya intervensi terkait permasalahan remaja
2. Memantau kesehatan remaja secara berkala
3. Mengedukasi remaja untuk hidup sehat
4. Menurunkan angka pernikahan dini
5. Membekali remaja untuk mempersiapkan masa depannya dengan menjadi Generasi Berencana yang kreatif dan berwawasan luas. 


Semua Desa dan Kelurahan se- Kabupaten Sukoharjo diharapkan dapat bekerjasama dengan Puskesmas untuk membentuk posyandu remaja di wilayah masing-masing, sehingga tujuan pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan tanpa diskriminasi bisa terwujud, termasuk untuk remaja. sehingga angka pernikahan dini perlahan turun, AKI menurun, penyakit menular dan tidak menular menurun, imunisasi pada remaja meningkat, dan tentunya derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat. selain itu pemerintah berharap dengan adanya posyandu remaja, tingkat partisipasi remaja dalam berkontribusi di masyarakat dapat meningkat dan kami berharap remaja bisa mengembangkan minat dan bakatnya sesuai dengan keinginannya dengan diwadahi oleh Posyandu remaja.


Demikian kegiatan pemuda siaga sehat kecamatan bendosari (DASIAT) pada malam hari ini semoga bermanfaat untuk kita semua.

*AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT*

Rabu, 12 Februari 2020

Smk PGRI Sukoharjo Berkolaborasi Bersama Dasiat Kec. Bendosari Dalam Kampanye Kesehatan Di Car Free Day (CFD) Sukoharjo



Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari dan Puskesmas Bendosari ikut serta dalam acara bakti sosial kesehatan . Acara tersebut di selenggarakan oleh SMK PGRI Sukoharjo. Bakti sosial yang di lakukan yaitu cek kesehatan gratis untuk masyarakat di wilayah sukoharjo, kegiatan tersebut di laksanakan pada hari Minggu, 9 Februari 2020 pukul 06.30 - 09.00 wib.


Acara bakti sosial yang dilakukan meliputi cek kesehatan tersebut meliputi cek tekanan darah, cek gula, cek asam urat, dan konsultasi kesehatan. Selain itu ada juga penyuluhan tentang kesehatan seperti PTM, stunting dll. SMK PGRI juga mensosialisasikan PPDB yang telah dibuka. Bakti sosial cek kesehatan ini berlokasi di Car Free Day (CFD) Sukoharjo.



"Bakti sosial ini berjalan tertib dan lancar berkat kerja sama dengan Puskesmas Bendosari dan Dasiat Bendosari ,” ungkap Ngadimin, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah SMK PGRI Sukoharjo.




Demikian kegiatan Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari pada pagi hari ini. Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua.

*AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT*

Sabtu, 01 Februari 2020

DASIAT BENDOSARI SOBO NDESO PALUHOMBO


Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari bersama Kader Posyandu Desa Paluhombo mengadakan kegiatan penyuluhan tentang Bahaya Penyakit Demam Berdarah dan CTPS. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Paluhombo Ibu Juwanti selaku Pelindung kegiatan, serta dihadiri perwakilan Promkes Puskesmas Bendosari selaku promotor kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 01 Februari 2020 ini diikuti oleh 20 anggota kader kesehatan di Desa Paluhombo.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut di isi materi tentang penyuluhan bagaimana cara cuci tangan yang benar (CTPS) dan cara pencegahan penyakit deman berdarah, acara tersebut di pandu oleh salah satu anggota dari Dasiat Bendosari.


Dalam pengisian materi di jelaskan bahwa mencuci tangan adalah kegiatan yang umum dilakukan manusia di dunia, tapi membasuh tangan dengan air saja tidaklah cukup. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan upaya yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit, dengan pertimbangan bahwa sabun mudah diperoleh dan terjangkau. Selain itu, air mengalir dapat diupayakan hampir di setiap rumah tangga. Supaya efektif, perilaku CTPS juga perlu dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu, perilaku CTPS sangat disarankan. Lima waktu terpenting untuk cuci tangan pakai sabun yaitu:
1. Sesudah ke WC atau Buang Air Besar
2. Sebelum makan
3. Sebelum menyusui bayi atau menyuapi bayi/anak
4. Sesudah menceboki bayi/anak
5. Sesudah memegang binatang/ternak
Selain itu juga di jalaskan tentang Bahaya Penyakit Demam Berdarah, demam Berdarah dapat disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang di daerah tropis dan subtropis. DBD ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam merah pada kulit dan nyeri pada otot. DBD yang parah biasa disebut demam hemoragik dapat menyebabkan pendarahan yang parah, tekanan darah menurun drastis, dan kematian. Maka upaya pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien adalah kegiatan menghancurkan tempat berkembang biak nyamuk dengan cara 3M + yaitu: 
1. Menguras
2. Mengubur
3. Menutup, 
+ Menggunkan lotion anti nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur. 

Demikian kegiatan Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari pada malam hari ini. Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua.

*AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT*