Pengukuhan Dasiat Kec. Bendosari

Pengukuhan Dasiat Bendosari oleh Camat Kec. Bendosari di hadiri Muspika dan Lurah se kec. Bendosari

Peran Dasiat Bendosari Dalam Lomba Sekolah Sehat

Dasiat Bendosari ikut berperan serta dalam pembukaan sekolah sehat dengan menampilkan Senam CTPS yang di perankan oleh dokter kecil UPTD SDN Mulur 03

Semangat Sumpah Pemud Semangat Wujudkan masyarakat Sehat

Dasiat Kecmatan Bendosari bekerja sama dengan KT. Gentan mengadakan kegiatan Gerak jalan, bekam,donor darah, senam aerobik dan cek kesehatan gratis di Kelurahan Gentan

Penyuluhan dan Aksi CTPS di SDN Sugihan 03

Dasiat Kec. Bendosari melaksanakan penyuluhan dan aksi CTPS

Gerak Jalan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kegiatan Gerak Jalan sehat dan Pemeriksaan kesehatan gratis di kelurahan Mojorejo

Selasa, 31 Maret 2020

SOSIALISASI COVID-19 DASIAT BENDOSARI DAN LINSEK BENDOSARI



Sosialisasi Pencegahan Covid-19 oleh Dasiat Bendosari, UPTD Puskesmas Bendosari, Kecamatan Bendosari, Polsek Bendosari, Koramil Bendosari, Perangkat Desa Mojorejo dan Puhgogor di 2 Desa (Mojorejo dan Puhgogor)

Dasiat Bendosari. Pandemi Virus Corona ( Covid-19 ) mengalami perkembangan yang signifikan. Di Sukoharjo berdasarkan perkembangan Gugus Tugas Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 30 Maret 2020 mengalami kenaikan ODP ( Orang Dalam Pemantauan ) dan PDP ( Pasien Dalam Pengawasan) Corona yang signifikan di Kabupaten Sukoharjo.



Dengan kondisi ini maka Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari lebih intens untuk bersosialisasi ke masyarakat. Pada hari Selasa, 31 Maret 2020, Pemuda Siaga Sehat bersama Polsek, Koramil, Kecamatan, UPTD Puskesmas Kecamatan Bendosari, Perangkat Desa Mojorejo dan Puhgogor melakukan sosialisasi keliling tentang virus corona atau covid-19 ke 2 Desa yaitu Desa Mojorejo dan Desa Puhgogor.



Masyarakat dihimbau untuk tidak menciptakan kerumunan dan membatasi pergerakan bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Mengedukasi dan mengajak warga untuk menunda setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

Dengan adanya wabah penyakit virus corona/covid 19 di wilayah Kabupaten Sukoharjo kami menghimbau untuk : 

1. Melaporkan warga masyarakat yang pulang dari perantauan kepada Ketua RT dan periksa ke Puskesmas bila mengalami keluhan Demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas. Bila tidak ada keluhan dihimbau untuk karantina mandiri selama 14 hari.

2. Lembaga pendidikan, tempat ibadah, tempat kerja, warung rumah makan dan restoran untuk menjaga kebersihan dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS)

3. Kegiatan pengumpulan massa seperti hajatan, pengajian, arisan dan untuk ditiadakan sampai menunggu instruksi dari pemerintah

4. Diharap warga tidak panik karena virus bisa mati bila terkena sabun dan desinfektan

5. melakukan sosial distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter

6. Tidak melakukan kontak langsung seperti bersalaman, cipika-cipiki, dsb

7. Menjaga kesehatan dengan berjemur dibawah terik matahari minimal 15 menit sehari, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang dan olahraga minimal 30 menit sehari.

Harapannya semoga masyarakat paham akan bahaya dan cara mencegah virus corona atau covid-19, sehingga masyarakat tidak panik dan siap dalam melawan virus corona.

Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Mari bersama-sama mencegah virus corona atau covid-19 dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah sehingga wabah penyakit ini dinyatakan aman.

Bendosari cegah covid-19, BISA
AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT

Dasiat Bendosari Bersama Linsek Bendosari Bersatu Melawan Covid-19 di Desa Mojorejo dan Desa Puhgogor




Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari pada hari Selasa 31 Maret 2020 bersama Lintas Sektoral se-Kecamatan Bendosari melakukan kerja bakti dan penyemprotan disinfektan secara serentak se-Kabupaten Sukoharjo khususnya di wilayah Kecamatan Bendosari yang berpusat di Desa Mojorejo dan Desa Puhgogor. Kegiatan ini dilaksanakan di tempat umum dan ramai seperti masjid, rumah warga, balai desa dan lain-lain.


Sebelum kegiatan dimulai, Camat Bendosari Bapak Rohmadi SH, M.Si dan Kepala UPTD Puskesmas Bendosari Bapak dr. Sugeng Purnomo, M.Gizi memberikan arahan tentang penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan area mana saja yang akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Kegiatan ini juga mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pencegahan dan bahaya Covid-19. Kami melakukan sosialisasi dengan cara orasi, pembagian leaflet. Dalam sosialisasi ini banyak masyarakat yang bertanya tentang covid-19.


Selain dari lintas sektoral, masyarakat setempat juga membatu dalam penyemprotan di lingkungannya. Masyarakat sangat merespon dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pada hari ini. Karena masyarakat menjadi tahu tentang bahaya dan pencegahan dari Covid-19. Sehingga masyarakat bisa terhindar dari bahaya Covid-19. Di akhir kegiatan, Kapolsek Bendosari Ibu IPTU Retna Wiyarti, A.Md Keb dan Danramil 12 Bendosari Bapak Kapten Arh Budi Sarwoko memberi pengarahan tentang keamanan yang harus tetap dijaga, masyarakat agar tidak panik dan jika ada pendatang / pemudik harap segera lapor kepada RT dan Pemerintah Desa kemudian diteruskan kepada Puskesmas Bendosari






Aku Kamu Kita Generasi Sehat


Bendosari Mencegah Covid-19 Bisa


Senin, 30 Maret 2020

Sosialisasi Pencegahan Covid-19 oleh Dasiat Bendosari Dan Linsek Bendosari di 3 Desa (Jagan, Manisharjo, dan Cabeyan)



Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari Pandemi Virus Corona ( Covid-19 ) mengalami perkembangan yang signifikan. Di Sukoharjo berdasarkan perkembangan Gugus Tugas Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 26 Maret 2020 mengalami kenaikan ODP ( Orang Dalam Pemantauan ) dan PDP ( Pasien Dalam Pengawasan) Corona yang signifikan di Kabupaten Sukoharjo.


Dengan adanya ini maka Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari lebih intens untuk bersosialisasi ke masyarakat. Pada hari Senin, 30 Maret 2020, Pemuda Siaga Sehat bersama Polsek, Koramil dan UPTD Puskesmas Kecamatan Bendosari melakukan sosialisasi keliling tentang virus corona atau covid-19 ke 3 Desa yaitu Desa Jagan, Desa Manisharjo, dan Desa Cabeyan.


Masyarakat dihimbau untuk tidak menciptakan kerumunan dan membatasi pergerakan bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Mengedukasi dan mengajak warga untuk menunda setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.


Dengan adanya wabah penyakit virus corona/covid 19 di wilayah Kabupaten Sukoharjo kami menghimbau untuk : 
1. Melaporkan warga masyarakat yang pulang dari perantauan kepada Ketua RT dan periksa ke Puskesmas bila mengalami keluhan Demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas. Bila tidak ada keluhan dihimbau untuk karantina mandiri selama 14 hari.

2. Lembaga pendidikan, tempat ibadah, tempat kerja, warung rumah makan dan restoran untuk menjaga kebersihan dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS)

3. Kegiatan pengumpulan massa seperti hajatan, pengajian, arisan dan untuk ditiadakan sampai menunggu instruksi dari pemerintah

4. Diharap warga tidak panik karena virus bisa mati bila terkena sabun dan desinfektan

5. melakukan sosial distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter

6. Tidak melakukan kontak langsung seperti bersalaman, cipika-cipiki, dsb

7. Menjaga kesehatan dengan berjemur dibawah terik matahari minimal 15 menit sehari, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang dan olahraga minimal 30 menit sehari.

Harapannya semoga masyarakat paham akan bahaya dan cara mencegah virus corona atau covid-19, sehingga masyarakat tidak panik dan siap dalam melawan virus corona.


Jika alarm sudah berbunyi dan semakin keras dari hari ke hari. Maka kami meminta kepada masyarakat supaya semakin waspada, semakin aware terhadap wabah ini. Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah.

Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah.

Mari bersama-sama mencegah virus corona atau covid-19 dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah sehingga wabah penyakit ini dinyatakan aman.

Bendosari cegah covid-19, BISA


AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT

Pemakaian Disinfekten Bilik Bagi Manusia lebih Banyak Manfaat atau Kerugian ?

Akhir- akhir ini banyak sekali membuat biik disinfektan utuk manusia. dalam hati saya bertanya apakah tidak bahaya bagi manusia. Saya membaca artikel dan beberapa peniitian. dan saya menumukan sebuah tulisan yang mungkin bisa untuk memberikan pencerahan. ini merupakan sebagai upaya edukasi DASIAT BENDOSARI dalam berkontribusai Tanggap darurat Covid-19. Sangat berbahaya bilik penyemprotan disinfektan bagi mnausia. Karena jika Covid-19 sudah masuk dalam tubuh manusia, jangankan di semprot dimadikan atau bahkan di rendampun tidak bakalan membunuh Covid-19. Justru malah bisa manusianya yang akan terbunuh. tulisan di bawah ini merupakan kutipan yang saya ambil. Semoga bermanfaat.

 Cairandisinfektan ramai digunakan demi menekan jumlah mikroorganisme di tengah pandemi virus corona jenis baru (SARS-CoV-2). Penggunaan disinfektan jadi marak disemprotkan di jalan hingga pembuatan bilik atau chamber.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia memperingatkan publik untuk tak menyemprotkan atau memakainya langsung ke tubuh manusia. Sebab beberapa kandungan dalam larutan disinfektan justru menyimpan risiko kesehatan.

"Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, contohnya mata dan mulut," tulis cuitan dari akun resmi WHO Indonesia di Twitter WHO, Minggu (29/3).

Bahan kimia yang dimaksud adalah alkohol atau klorin yang umumnya terdapat dalam kandungan bahan cairan disinfektan. Menyemprotkan disinfektan ke tubuh manusia, menurut keterangan WHO, sebetulnya juga tidak bisa membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Alkohol dan klorin hanya bisa digunakan sebagai disinfektan virus dan bakteri pada permukaan benda. Dan ini pun, harus dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Laksana Tri Handoko membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan, paparan berlebih cairan disinfektan berbahan alkohol maupun klorin bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.

Untuk itu Laksana tidak merekomendasikan cairan disinfektan disemprotkan langsung ke tubuh. 

"Memang itu dari awal tidak tidak dianjurkan memakai chamber disinfektan berbasis bahan kimia. Chamber dengan disinfektan itu biasanya dipasang di pintu lab dengan standar biosafety, di mana personil yang masuk memakai baju pelindung kedap yang seperti baju astronot," jelas dia kepada CNNIndonesia.com.
Peringatan untuk tak menggunakan langsung ke tubuh ini juga berlaku untuk cairan disinfektan kemasan semprot yang dijajakan di pasaran.

Menurut Laksana Tri Handoko, mencuci tangan dan badan menggunakan sabun jadi langkah paling ampuh mengusir virus yang menempel di badan. Pemakaian hand sanitizer berbasis alkohol baiknya baru digunakan jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan atau akses air terbatas.

Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi. Ia mengungkapkan, selain iritasi, cairan disinfektan punya dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

"Alkohol, klorin dan H202 itu sebenarnya karsinogenik dalam jangka panjang jika terhirup ke dalam pernapasan manusia. Jika terkena kulit, mata atau lapisan berlendir lainnya, maka akan dapat mengikis lapisan itu dan malah mempermudah masuknya kuman ke dalam tubuh," kata Berry.

Cairan disinfektan, lanjut Berry, dapat mengakibatkan selaput lendir pada tubuh menipis sehingga terjadi iritasi. Kemudian kuman akan mudah memasuki area tersebut dan menimbulkan peradangan.

Sumber : https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200329234522-255-488077/who-ingatkan-bahaya-semprotkan-disinfektan-langsung-ke-tubuh 

Minggu, 29 Maret 2020

DASIAT BENDOSARI BERSAMA KARANG TARUNA PANGUDI LUHUR DAN BUDI LUHUR LAWAN COVID-19 SERTA DBD



Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari pada hari Minggu 29 Maret 2020 bersama Karang Taruna Pangudi Luhur dk. Jagan, Karang Taruna Budi Luhur dk. Pondokrejo dan semua warga melakukan Penyemprotan disinfektan. Kegiatan ini dilaksanakan di tempat umum dan ramai seperti masjid, serta di rumah - rumah warga. Ini merupakan wujud kegiatan prefentif, edukasi dan pemberdayan masyarakat.


Pagi ini kami melakukan penyemprotan disinfektan dan masyarakat juga diberikan arahan tentang pencegahan dan bahaya Covid-19. Dalam sosialisasi ini disampaikan juga tentang pencegahan DBD dengan 3M, serta himbauan bagi warga yang pulang kampung atau mudik untuk melakukan karantina mandiri dirumah selama selama 14 hari, apabila ada gejala segera melaporkan ke Fasilitas Kesehatan terdekat. 


Masyarakat sangat merespon dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pada hari ini seperti yang diutarakan oleh Ketua Karang Taruna Riski Setyawan
"saya sangat senang dan bangga dengan kepedulian teman - teman dalam melakukan kegiatan penyemprotan ini, selain itu dengan sosialisasi yang disampaikan oleh tim Dasiat, Babinsa, dan Babinkamtibmas, masyarakat kami jadi lebih tahu mengenai Covid-19 dan semoga bisa terhindar dari virus ini".


Kegiatan ini sebagai langkah awal masyarakat dukuh Jagan dan Pondokrejo dalam melawan Covid-19. Harapan karang taruna dan warga dukuh jagan dan pondokrejo kedepannya semoga wabah ini segera berakhir dan dapat berakativitas seperti biasanya tanpa rasa takut.




 KAMU KITA GENERASI SEHAT

Sabtu, 28 Maret 2020

DASIAT BENDOSARI BERSAMA KARANG TARUNA PAMUJO LAWAN COVID 19



Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari pada hari Sabtu 28 Maret 2020 bersama Karang Taruna PAMUJO ( Paguyuban Muda Mudi Sugorejo ) dan warga dk. Sugorejo  melakukan Penyemprotan disinfektan. Kegiatan ini dilaksanakan di tempat umum dan ramai seperti masjid, serta di rumah - rumah warga. 


Selain melakukan penyemprotan disinfektan, masyarakat juga diberikan arahan tentang pencegahan dan bahaya Covid-19. Dalam sosialisasi ini disampaikan juga tentang warga yang pulang kampung atau mudik untuk melakukan karantina mandiri dirumah selama selama 14 hari, apabila ada gejala segera melaporkan ke Fasilitas Kesehatan terdekat. 


Masyarakat sangat merespon dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pada hari ini seperti yang diutarakan oleh Ketua Karang Taruna Hariyanto
"saya sangat senang dan bangga dengan kepedulian teman - teman dalam melakukan kegiatan penyemprotan ini, selain itu dengan sosialisasi yang disampaikan oleh tim Dasiat, Babinsa, dan Babinkamtibmas, masyarakat kami jadi lebih tahu mengenai Covid-19 dan semoga bisa terhindar dari virus ini".


Kegiatan ini sebagai langkah awal masyarakat  dukuh Sugorejo dalam melawan Covid-19. Harapan karang taruna dan warga dukuh sugorejo kedepannya semoga wabah ini segera berakhir dan dapat berakativitas seperti biasanya tanpa rasa takut. 



AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT

Jumat, 27 Maret 2020

Sosialisasi Dan Himbauan Pencegahan Covid-19 Oleh Dasiat Bendosari


Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari Pandemi Virus Corona ( Covid-19 ) mengalami perkembangan yang signifikan. Di Sukoharjo berdasarkan perkembangan Gugus Tugas Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 26 Maret 2020 mengalami kenaikan ODP ( Orang Dalam Pemantauan ) dan PDP ( Pasien Dalam Pengawasan) Corona yang signifikan  di Kabupaten Sukoharjo.


Dengan adanya ini maka Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari lebih intens untuk bersosialisasi ke masyarakat. Pada hari Jum'at, 27 Maret 2020, Pemuda Siaga Sehat bersama Polsek, Koramil dan UPTD Puskesmas Kecamatan Bendosari melakukan sosialisasi keliling tentang virus corona atau covid-19 ke Desa Sugihan dan Desa Toriyo.


Masyarakat dihimbau untuk tidak menciptakan kerumunan dan membatasi pergerakan bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Mengedukasi dan mengajak warga untuk menunda setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.



Dengan adanya wabah penyakit virus corona/covid 19 di wilayah Kabupaten Sukoharjo kami menghimbau untuk : 
1. Melaporkan warga masyarakat yang pulang dari perantauan kepada Ketua RT dan periksa ke Puskesmas bila mengalami keluhan Demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas. Bila tidak ada keluhan dihimbau untuk karantina mandiri selama 14 hari.

2. Lembaga pendidikan, tempat ibadah, tempat kerja, warung rumah makan dan restoran untuk menjaga kebersihan dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS)

3. Kegiatan pengumpulan massa seperti hajatan, pengajian, arisan dan untuk ditiadakan sampai menunggu instruksi dari pemerintah

4. Diharap warga tidak panik karena virus bisa mati bila terkena sabun dan desinfektan

5. melakukan sosial distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter

6. Tidak melakukan kontak langsung seperti bersalaman, cipika-cipiki, dsb

7. Menjaga kesehatan dengan berjemur dibawah terik matahari minimal 15 menit sehari, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang dan olahraga minimal 30 menit sehari.


Harapannya semoga masyarakat paham akan bahaya dan cara mencegah virus corona atau covid-19, sehingga masyarakat tidak panik dan siap dalam melawan virus corona.


Jika alarm sudah berbunyi dan semakin keras dari hari ke hari. Maka kami meminta kepada masyarakat supaya semakin waspada, semakin aware terhadap wabah ini. Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah.


Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Mari bersama-sama mencegah virus corona atau covid-19 dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah sehingga wabah penyakit ini dinyatakan aman.




Bendosari cegah covid-19, BISA

AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT

Desa Jagan Bersama Dasiat Bendosari Tanggap Covid-19/Virus Corona


Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari Pandemi Virus Corona ( Covid-19 ) mengalami perkembangan yang signifikan. Di Sukoharjo berdasarkan perkembangan Gugus Tugas Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 26 Maret 2020 mengalami kenaikan ODP ( Orang Dalam Pemantauan ) dan PDP ( Pasien Dalam Pengawasan) Corona yang signifikan  di Kabupaten Sukoharjo.


Dengan adanya ini maka Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari lebih intens untuk bersosialisasi ke masyarakat. Pada hari Jum'at, 27 Maret 2020, Pemuda Siaga Sehat Bendosari bersama Pemerintah Desa Jagan melakukan sosialisasi keliling ke Dukuh Rejosari, Dk. Geneng, dan Dk. Blimbing, tentang virus corona atau covid-19.  Selain itu diadakan Penyemprotan secara mandiri oleh RT dan RW setempat. Apresiasi yang sangat luar biasa kepada masyarakat setempat telah melakukan kegiatan penyemprotan


Masyarakat dihimbau untuk tidak menciptakan kerumunan. Silahkan membatasi pergerakan atau bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan atau keramaian. Dasiat Bendosari memberi edukasi warga untuk menunda kegiatan pulang kampung atau mudik, apabila sudah terlanjur mudik warga diharapkan karantina mandiri selama 14 hari dirumah. Apabila ada gejala seperti batuk, pilek, demam, dan sesak nafas segera menghubungi fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat. 


Selain penyampaian penyampaian  sosialisasi, juga dilakukan penyemprotan secara mandiri oleh masyarakat di Dk. Rejosari, Dk. Geneng, dan Dk. Blimbing. Koordinator kegiatan Bapak Kepala Desa Jagan Bapak Mariyo mengemukakan bahwa "Penyemprotan lebih efektif dan efisien dilakukan secara bersama - sama, bergotong - royong dengan harapan terhindar dari wabah corona".


Harapan dari kegiatan ini semoga masyarakat, paham akan bahaya dan cara mencegah virus corona atau covid-19, sehingga masyarakat tidak panik dan siap dalam melawan virus corona.


Mari bersama-sama bahu membahu dan saling gotong royong memberantas virus corona ( covid-19 ) dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah sampai wabah ini dinyatakan aman oleh Pemerintah, serta patuhi arahan dan anjuran Pemerintah demi kebaikan kita bersama.

AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT

Kamis, 26 Maret 2020

Gerak Cepat Dasiat Bendosari Tanggap Covid-19



Dasiat Bendosari. Dasiat bendosari pandemi virus corona atau covid-19 mengalami perkembangan yang signifikan. Di jawab tengah berdasarkan release Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo pada tanggal 25 Maret 2020 mengalami kenaikan pasien positif corona yang signifikan khususnya di Jawa Tengah. Dalam 1 hari bertambah 19 pasien positif corona. Sebelum di seluruh Jawa tengah hanya 19 positif corona. Jumlah total positif corona pada tanggal 25 maret adalah 38 orang. 


Dengan adanya ini maka Pemuda Siaga Sehat ( DASIAT ) Bendosari perlu lebih intens untuk bersosialisasi ke masyarakat. Pada hari kamis, 26 Maret 2020, Pemuda Siaga Sehat bersama Polsek Bendosari, Koramil Bendosari dan UPTD Puskesmas Bendosari melakukan sosialisasi keliling tentang virus corona atau covid-19 . 


Dihimbau masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan. Silahkan membatasi pergerakan atau bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Beri edukasi warga untuk menunda setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.


Dengan adanya wabah penyakit virus corona/covid 19 di wilayah Kabupaten Sukoharjo, kami menghimbau : 
1. Untuk melakukan aktifitas atau bila memungkinkan untuk bekerja dirumah
2. Tidak melakukan pengumpulan massa dalam setiap kegiatan masyarakat, baik berupa hajatan,pengajian,dsb.
3. Menjadikan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) sebagai budaya warga desa.
4. Mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer sesudah dan sebelum melakukan aktifitas.
5. Memberitahukan kepada saudara atau famili yang berada diluar desa untuk menunda kegiatan pulang kampung atau mudik karena memudahkan penularan virus corona/covid 19 dengan cepat ke orang lain.


Selain penyampaian orasi, juga pemberian selebaran sebagai wahana edukasi bagi masyarakat. Harapannya semoga masyarakat, paham akan bahaya dan cara mencegah virus corona atau covid-19, sehingga masyarakat tidak panik dan siap dalam melawan virus corona.


Jika alarm sudah berbunyi dan semakin keras dari hari ke hari. Maka diminta kepada masyarakat supaya semakin waspada, semakin aware terhadap wabah ini. Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah. Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah.


Mari bersama-sama mencegah virus corona atau covid-19 dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah sehingga wabah penyakit ini dinyatakan aman.




AKU KAMU KITA GENERASI SEHAT