adsense

Kamis, 15 September 2022

Dasiat Bendosari Ikut Menghadiri Cegah Anemia Pada Remaja Putri Dengan Rutin Minum Tablet Tambah Darah Di Dinkes Kab. Sukoharjo


Dasiat Bendosari. Dasiat Bendosari pada hari kamis, 15 September 2022 ikut serta menghadiri  acara sosialisasi pencegahan stunting melalui pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan anggota Dasiat se Kabupaten Sukoharjo, Bapak/ Ibu Promkes se Kabupaten Sukoharjo, Petugas Gizi dan Petugas Anak se Kabupaten Sukoharjo. serta dibuka oleh Bapak dr. Agus Kristianto  selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Dalam sambutanya Bapak dr. Agus Kristianto menyampaikan bahwa pentingnya pencegahan stunting melalui pemberian tablet tambah darah pada remaja putri.

Acara selanjutnya akan di isi materi oleh Ibu  indriyaningsih, SKM  selaku Koordinator Promosi Kesehatan Dan pemberdayaan. Dalam materi ini berisi tetang pemberian tablet tambah darah dan pencegahan stunting, dimana kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak remaja. Namun, dibandingkan remaja putra, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulannya. Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya lebih rendah dari biasanya.

-Hal ini bisa membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan.
-Tidak berhenti sampai disitu, dampak anemia juga menyebabkan para remaja putri mengalami berbagai kondisi seperti:
- Penurunan imunitas sehingga lebih rentan terpapar berbagai penyakit infeksi
- Penurunan prestasi di sekolah
- Penurunan konsentrasi belajar di kelas
- Penurunan kebugaran dan produktifitas kerja

Melihat kondisi demikian, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya. Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu.


Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR). Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia, sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal. Pemberian TTD Pada Remaja Putri, Salah Satu Upaya Cegah Stunting Sejak Dini.


Remaja putri merupakan salah satu dari Kelompok sasaran yang perlu menjadi perhatian kita dikesehatan untuk mencegah anak lahir Stunting. Pada remaja putri ini yang menjadi program prioritas adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) dan rutin screening anemia. Pemberian TTD ini harus diberikan pada semua remaja putri, tingkat SMP dan SMA diseluruh Kabupaten Sukoharjo selama 52 Minggu dalam setahun.

"Pemberian tablet tambah darah ini diharapkan dapat diberikan secara rutin pada hari yang sama pada semua remaja putri setiap minggunya, selama 52 Minggu dalam setahun", ujar Ibu Indriyaningsih, SKM  saat memberikan arahan kepada Kadinkes dan Penanggung Jawab Program Gizi.

Aku...Kamu...Kita...Generasi Sehat





0 komentar:

Posting Komentar